Dua Tahun Vakum, Darrell Comeback Raih Medali Perak dan Harumkan Nama Bangetayu Wetan
YOGYAKARTA — ASNNews — Dua tahun lebih vakum dari arena pertandingan ternyata tidak mampu memadamkan semangat Darrell Sheva Ramadhan Hardyunico untuk kembali menekuni dunia taekwondo.
Comeback pertamanya justru langsung membuahkan prestasi. Bertanding di kelas Under 58 kilogram, Darrell berhasil meraih Juara 2 atau medali perak dalam UGM Taekwondo Championship (UGMTC) 2026, yang berlangsung di GOR Nusantara UGM, Yogyakarta, 5–6 September 2026.
Prestasi tersebut terasa istimewa. Sebab, setelah lebih dari dua tahun tidak mengikuti turnamen, Darrell harus kembali berhadapan dengan atmosfer kompetisi yang penuh tekanan.
Kejuaraan yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu merupakan turnamen tingkat nasional yang menjadi wadah bagi atlet-atlet taekwondo berbakat untuk menguji kemampuan sekaligus mengembangkan prestasi olahraga di tingkat nasional.
Dalam kejuaraan tersebut, UKM Taekwondo Universitas Semarang (USM) menerjunkan 12 atlet.
Persaingan di kelas Under 58 kilogram berlangsung ketat. Teknik, stamina, kecepatan, strategi dan terutama mental bertanding menjadi faktor penting bagi setiap atlet yang turun ke arena.

Di tengah persaingan tersebut, Darrell mampu menunjukkan bahwa masa vakum bukan berarti berakhirnya perjalanan seorang atlet.
Bukan Sekadar Medali Perak
Usai memastikan diri sebagai juara kedua, Darrell mengaku sangat terharu.
Medali perak yang diraihnya bukan sekadar penghargaan atas hasil pertandingan. Bagi dirinya, prestasi tersebut merupakan titik awal untuk kembali membangun kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan setelah lama meninggalkan kompetisi.
"Prestasi yang diraih saat ini menjadi pemantik semangat dan memotivasi diri untuk ke depannya lebih baik lagi serta memperbaiki kekurangan yang ada," ungkap Darrell.
Darrell yang juga dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna RW 07 Kelurahan Bangetayu Wetan itu kini membawa cerita baru bagi lingkungan tempat tinggalnya.
Medali perak tersebut menjadi persembahan dari RW 07 Kelurahan Bangetayu Wetan.
Dari sebuah lingkungan di Bangetayu Wetan, seorang anak muda mampu membawa nama daerahnya hingga ke panggung kompetisi tingkat nasional.
Orang Tua: Kami Tetap Bangga
Kebanggaan terbesar tentu datang dari kedua orang tua Darrell.
Setelah menyaksikan putranya kembali bertanding dan mampu meraih podium setelah lebih dari dua tahun vakum, rasa syukur menjadi hal utama.
"Walau belum menjadi yang terbaik di turnamen kali ini, kami sebagai orang tua sangat mensyukuri apa yang telah diraih putra kami. Harapannya, semoga ke depan menjadi lebih baik lagi," ungkap kedua orang tua Darrell.
Bagi mereka, keberhasilan seorang anak tidak selalu diukur dari warna medali.
Keberanian untuk kembali berlatih, kembali bertanding dan berani menghadapi persaingan setelah sekian lama berhenti merupakan kemenangan tersendiri.
Pemkot Semarang Diharapkan Hadir
Prestasi Darrell juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya perhatian terhadap atlet-atlet muda di tingkat lingkungan.

Apresiasi dan kepedulian dari Pemerintah Kota Semarang melalui pemerintah kelurahan tentu menjadi harapan bagi para atlet berprestasi. Dukungan pemerintah tidak hanya dibutuhkan ketika seorang atlet sudah berdiri di podium, tetapi juga diperlukan dalam proses pembinaan, latihan dan kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan.
Sebab, prestasi tidak lahir secara instan.
Di balik sebuah medali terdapat latihan yang panjang, disiplin, pengorbanan, dukungan keluarga serta mental yang terus ditempa.
Karena itu, apa yang diraih Darrell seharusnya tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat. Prestasi tersebut bisa menjadi pemantik perhatian sekaligus inspirasi bagi anak-anak dan remaja lainnya di Bangetayu Wetan agar berani memilih kegiatan positif, berlatih dan mengejar prestasi.
Bangetayu Wetan telah membuktikan.
Seorang anak muda dari lingkungan RW 07 mampu mengharumkan nama wilayahnya dan membawa nama Kota Semarang ke tingkat nasional.
Kini tantangannya adalah menjaga semangat tersebut agar terus tumbuh.
Sebab, mungkin hari ini hanya satu Darrell yang berdiri di podium. Namun dengan pembinaan dan dukungan yang tepat, bukan tidak mungkin dari Bangetayu Wetan akan lahir lebih banyak atlet muda yang mengharumkan nama Semarang.
Medali perak itu mungkin belum emas. Tetapi perjuangan Darrell setelah dua tahun lebih vakum layak dihargai sebagai sebuah kemenangan.
Hari ini Bangetayu Wetan bangga. Besok, semoga lahir prestasi-prestasi berikutnya yang lebih tinggi.