Terkini Breaking

Bukan Sekadar Penegak Hukum, Kajari Kabupaten Semarang Tunjukkan Kepedulian Lewat Bakti Sosial

Share berita ini
Bukan Sekadar Penegak Hukum, Kajari Kabupaten Semarang Tunjukkan Kepedulian Lewat Bakti Sosial
Bukan Sekadar Penegak Hukum, Kajari Kabupaten Semarang Tunjukkan Kepedulian Lewat Bakti Sosial
Bakti sosial ini menjadi salah satu contoh bahwa ketegasan dalam penegakan hukum dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap sesama.

Kabupaten Semarang, ASNNews— Penegakan hukum merupakan tugas utama Kejaksaan. Namun, kehadiran institusi Adhyaksa di tengah masyarakat tidak harus selalu identik dengan perkara, penyidikan maupun persidangan.

Momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 menjadi kesempatan bagi Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang untuk menunjukkan sisi lain dari pengabdian: kepedulian terhadap masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang, Dohar Nainggolan, S.E., S.H., M.H., kegiatan bakti sosial dilakukan dengan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Salah satunya melalui penyaluran bantuan beras kepada sejumlah penerima manfaat.

Beras mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi panti asuhan dan masyarakat yang membutuhkan, bantuan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar. Setidaknya, kebutuhan pangan sehari-hari menjadi sedikit lebih ringan.

Bantuan beras disalurkan kepada Panti Asuhan Kasih Harapan Ambarawa, Panti Asuhan Al Hijrah Banyubiru, Panti Asuhan Amanah Ambarawa, serta National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Semarang.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak harus menunggu sebuah persoalan menjadi besar. Justru dengan hadir dan berbagi pada saat masyarakat membutuhkan, sebuah institusi dapat membangun kedekatan yang lebih manusiawi dengan rakyat.

Ketika Penegakan Hukum Berjalan Bersama Kepedulian

Dohar Nainggolan bersama jajaran Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang dan anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) turut hadir dalam kegiatan bakti sosial tersebut.

Kehadiran pimpinan bersama jajaran menjadi pesan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti di balik meja kantor.

Ada ruang untuk turun langsung, melihat kebutuhan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata.

Selain bantuan beras, bakti sosial juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat di Desa Jagir, Desa Glagahombo, dan Desa Dadapayam, Kecamatan Suruh.

Dua bentuk bantuan tersebut—air bersih dan pangan—menunjukkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan tidak sekadar seremoni peringatan hari lahir institusi, tetapi diarahkan kepada kebutuhan dasar masyarakat.

Apresiasi untuk Kajari Kabupaten Semarang

Kepedulian yang ditunjukkan Kajari Kabupaten Semarang bersama jajaran patut mendapatkan apresiasi.

Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan aparat penegak hukum yang tegas, tetapi juga membutuhkan institusi yang mampu membangun komunikasi dan kepedulian sosial.

Kinerja seorang pimpinan tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak perkara yang ditangani. Dalam konteks pelayanan publik, kemampuan membangun kepercayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dari sebuah pengabdian.

Bakti sosial ini menjadi salah satu contoh bahwa ketegasan dalam penegakan hukum dapat berjalan berdampingan dengan kepedulian terhadap sesama.

Bantuan beras yang disalurkan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan penerima manfaat. Namun, pesan moral yang dibawanya jauh lebih besar: bahwa Kejaksaan hadir bukan hanya ketika masyarakat berhadapan dengan hukum, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.

Pengabdian yang Dirasakan Langsung

Hari Lahir Kejaksaan ke-81 pada akhirnya bukan hanya tentang bertambahnya usia sebuah institusi. Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa setiap kewenangan yang dimiliki negara harus bermuara pada pengabdian kepada masyarakat.

Apa yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang di bawah kepemimpinan Dohar Nainggolan menjadi bagian dari wajah Kejaksaan yang dekat dengan masyarakat.

Menegakkan hukum dengan ketegasan, mengabdi dengan kepedulian, dan hadir dengan tindakan nyata.

Sebab bagi masyarakat, kepedulian yang benar-benar dirasakan sering kali jauh lebih bermakna daripada sekadar kata-kata.

Dan kali ini, kepedulian itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun berarti: sebungkus beras yang sampai kepada mereka yang membutuhkan.

By: Bang_Ali

Chat with us on WhatsApp