Progres Kelok 18 JJLS Capai 97 Persen, Siap Jadi Ikon Baru Jalur Pesisir Selatan Yogyakarta
YOGYAKARTA | ASNNews – Jumat, 31 Juli 2026
Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Daerah Istimewa Yogyakarta terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satu ruas yang paling dinantikan, yakni Kelok 18 yang menghubungkan Kabupaten Bantul dengan Gunungkidul, kini telah mencapai 97 persen dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Kelok 18 menjadi perhatian publik karena dibangun di kawasan dengan kontur perbukitan yang ekstrem. Deretan tikungan tajam yang menjadi ciri khas jalur tersebut tidak hanya menghadirkan tantangan bagi konstruksi, tetapi juga diproyeksikan menjadi ikon baru wisata jalan raya di pesisir selatan DIY.
Berdasarkan perkembangan proyek terbaru, pekerjaan yang tersisa tinggal tahap penyelesaian akhir. Setelah seluruh konstruksi selesai, ruas ini diharapkan segera dapat mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat.

JJLS sendiri merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis nasional yang membentang di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta, mulai dari Congot, Kabupaten Kulon Progo, hingga Duwet, Kabupaten Gunungkidul. Selain penyelesaian Kelok 18, pemerintah juga masih memfokuskan proses pengadaan lahan di beberapa titik wilayah Kulon Progo agar seluruh jaringan jalan dapat tersambung secara utuh.
Keberadaan JJLS diyakini akan memangkas waktu tempuh perjalanan lintas selatan, membuka akses ekonomi baru bagi kawasan pesisir, mempercepat distribusi hasil perikanan dan pariwisata, serta mengurangi beban lalu lintas pada jalur utama yang selama ini menjadi akses masyarakat menuju pantai selatan.
Tidak hanya menawarkan jalan berstandar modern, JJLS juga diperkuat dengan dua jembatan megah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Jembatan pertama adalah Jembatan Pandansimo–Srandakan III yang melintasi Sungai Progo. Jembatan ini memiliki bentang utama sepanjang 675 meter dengan total penanganan proyek mencapai sekitar 2,3 kilometer.
Sementara itu, jembatan kedua adalah Jembatan Kretek II yang berada di kawasan Desa Tirtohargo, Parangtritis, melintasi Sungai Opak. Proyek ini memiliki total penanganan sekitar 2,6 kilometer, termasuk jalan pendekat dengan panjang sekitar 2.015 meter.
Kedua jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung, tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang memukau. Hamparan laut selatan, muara sungai, hingga bentang alam pesisir menjadi pemandangan yang memanjakan mata bagi setiap pengguna jalan.
Meski progres pembangunan terus menunjukkan hasil positif, hingga berita ini diterbitkan pemerintah belum menyampaikan keterangan resmi mengenai jadwal peresmian maupun waktu operasional penuh ruas Kelok 18 dan jaringan JJLS di Yogyakarta.
Masyarakat pun berharap proyek strategis ini dapat segera difungsikan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan, baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan sektor pariwisata, maupun memperkuat konektivitas kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kiriman : Lek Gito