Ragam dan Peristiwa Breaking Featured

Petani Jatijajar Bergas Sambut Lega Pembangunan Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta

Share berita ini
Petani Jatijajar Bergas Sambut Lega Pembangunan Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta
Petani Jatijajar Bergas Sambut Lega Pembangunan Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta
“Program ini sangat membantu warga Jatijajar. Selain memperbaiki saluran irigasi, pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat melalui pola padat karya,” ujar Hendrix.

SEMARANG — Harapan petani Desa Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, untuk mendapatkan sistem irigasi yang lebih baik mulai menemukan titik terang. Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 kini direalisasikan di wilayah Dusun Begajah, Desa Jatijajar.

Pembangunan irigasi dengan nilai anggaran sekitar Rp195 juta tersebut menjadi angin segar bagi para petani. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki infrastruktur irigasi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pembangunan tersebut dilaksanakan melalui program P3-TGAI Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Realisasi program ini turut mendapat dukungan dan pengawalan aspirasi DPR RI Mochammad Herviano Widyatama, S.Sos., M.M., bersama Pemerintah Kabupaten Semarang di bawah kepemimpinan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Bukan Sekadar Irigasi, Tapi Harapan Petani

Kepala Desa Jatijajar, Hendrix, menyampaikan apresiasinya atas terealisasinya pembangunan tersebut.

Menurutnya, program P3-TGAI sangat membantu masyarakat karena pengerjaannya dilakukan secara padat karya, sehingga warga setempat dapat ikut terlibat langsung dalam pembangunan.

“Program ini sangat membantu warga Jatijajar. Selain memperbaiki saluran irigasi, pelaksanaannya juga melibatkan masyarakat melalui pola padat karya,” ujar Hendrix.

Ia menyampaikan terima kasih kepada DPR RI, pemerintah daerah, serta Kementerian Pekerjaan Umum yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Desa Jatijajar.

Menurut Hendrix, perbaikan irigasi memiliki arti penting bagi petani. Infrastruktur pengairan yang baik tidak hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Sekaligus Atasi Persoalan Genangan

Menariknya, pembangunan irigasi ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan pertanian. Infrastruktur tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan aliran air dan banjir yang kerap terjadi ketika hujan deras.

Selama ini, debit air yang cukup besar sering mengarah ke kawasan lingkaran bundar Desa Jatijajar. Melalui pembangunan saluran baru, aliran air kini diarahkan dari sisi utara menuju barat, sehingga diharapkan aliran air menjadi lebih tertata dan tidak lagi menimbulkan persoalan di titik tertentu.

“Selain untuk irigasi, pembangunan ini juga diharapkan bisa membantu mengatasi banjir ketika hujan deras. Debit air yang besar selama ini menjadi persoalan,” jelasnya.

Hendrix menambahkan, pembangunan infrastruktur desa tidak berhenti pada program P3-TGAI. Sejumlah program pembangunan lainnya masih dalam tahap perencanaan melalui musyawarah desa.

Keterbatasan anggaran, kata dia, bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Pemerintah desa bersama masyarakat akan terus menentukan skala prioritas sesuai kemampuan dan kebutuhan warga.

“Program pembangunan yang lain sedang dalam perencanaan melalui musyawarah desa. Tahap demi tahap pasti akan tercapai. Meskipun anggaran terbatas, melalui musyawarah desa pembangunan tetap berjalan sesuai kemampuan dan kebutuhan warga,” pungkas Hendrix.

Bagi petani Jatijajar, irigasi yang kini mulai dibangun bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah aliran air yang diharapkan menghidupkan sawah, menguatkan ketahanan pangan, membuka pekerjaan bagi warga, sekaligus menjadi bagian dari solusi persoalan banjir.

By. Lek Gito

Chat with us on WhatsApp