Warga Pakis Soroti Dugaan Provokator Demo Tambang, Dinilai Picu Kegaduhan dan Rugikan Masyarakat

Ragam dan Peristiwa 24 May 2026 07:45 3 min read 117 views By Bang_Ali

Share berita ini

Warga Pakis Soroti Dugaan Provokator Demo Tambang, Dinilai Picu Kegaduhan dan Rugikan Masyarakat
“Yang demo kemarin hanya beberapa orang saja, tetapi seolah-olah mengatasnamakan seluruh warga Pakis. Ini yang membuat masyarakat marah karena faktanya mayoritas warga justru bergantung hidup dari aktivitas tambang,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

KENDAL — ASNNews-- Polemik penutupan aktivitas tambang di Dusun Pakis, Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal terus memanas. Setelah sebelumnya muncul pemberitaan yang menyebut masyarakat resah terhadap aktivitas tambang, kini puluhan warga justru angkat suara dan menuding adanya provokator yang sengaja menggiring opini seolah-olah seluruh warga menolak keberadaan tambang tersebut.

 

Puluhan warga bersama tokoh masyarakat turun langsung ke lokasi tambang didampingi Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan sikap bahwa mayoritas masyarakat Dusun Pakis tidak keberatan dengan aktivitas tambang dan meminta operasional kembali dibuka.

 

Warga menilai aksi demo penutupan tambang yang sebelumnya viral hanyalah digerakkan oleh segelintir orang yang diduga memiliki kepentingan tertentu dan bukan representasi masyarakat Dusun Pakis secara keseluruhan.

 

“Yang demo kemarin hanya beberapa orang saja, tetapi seolah-olah mengatasnamakan seluruh warga Pakis. Ini yang membuat masyarakat marah karena faktanya mayoritas warga justru bergantung hidup dari aktivitas tambang,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.

 

Warga juga mempertanyakan pihak-pihak yang diduga menjadi aktor di balik munculnya pemberitaan dan aksi penolakan tambang tersebut. Menurut mereka, tindakan tersebut telah memicu kegaduhan di tengah masyarakat dan menimbulkan dampak ekonomi yang serius bagi warga kecil.

 

“Ada dugaan provokator yang sengaja menggiring suasana supaya tambang ditutup. Tapi mereka tidak pernah memikirkan nasib masyarakat kecil yang setiap hari mencari makan dari situ,” ungkap warga lainnya.

 

Akibat penutupan aktivitas tambang, banyak warga disebut kehilangan pendapatan harian. Mulai dari pekerja tambang, sopir, pedagang kecil hingga warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar lokasi tambang ikut terdampak.

 

“Mereka yang teriak menolak tambang tidak pernah memikirkan perut rakyat kecil. Sekarang warga kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, lalu siapa yang bertanggung jawab?” kata salah seorang warga dengan nada kesal.

 

Warga menilai narasi yang dibangun dalam pemberitaan sebelumnya terlalu sepihak karena hanya mengangkat suara kelompok kecil tanpa melakukan klarifikasi secara menyeluruh kepada masyarakat Dusun Pakis, RT, RW maupun perangkat desa setempat.

 

“Kalau benar mengaku peduli masyarakat, seharusnya datang dan tanya langsung ke warga sekitar. Jangan hanya mendengar dari satu dua orang lalu membuat pemberitaan yang memecah belah warga,” ujar warga lainnya.

 

Menurut masyarakat, keberadaan tambang selama ini justru membantu roda perekonomian warga dan memberikan dampak sosial yang nyata. Pengelola tambang disebut rutin membantu kegiatan masyarakat, pembangunan fasilitas umum hingga kebutuhan sosial warga sekitar.

 

“Selama ini masyarakat merasakan manfaatnya. Ketika ada kegiatan warga, pembangunan jalan, fasilitas umum, pengelola ikut membantu. Itu fakta yang dirasakan warga,” jelasnya.

 

Kini warga berharap polemik tersebut tidak lagi digiring oleh kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu yang justru memperkeruh situasi desa. Mereka meminta semua pihak mengedepankan musyawarah dan memikirkan nasib masyarakat kecil yang terdampak langsung akibat penutupan tambang.

 

“Kalau memang mau menutup tambang, pemerintah juga harus hadir memberikan solusi pekerjaan untuk masyarakat. Jangan hanya bisa menutup tanpa memikirkan kehidupan warga,” pungkasnya.

 

Almassaka Nusantara
Chat with us on WhatsApp