Gebyar Jaran Kepang “Teguh Wahyu Manunggal” Meriahkan Merti Dusun Kenongo, Seni Tradisi Tetap Hidup di Tengah Zaman

Budaya 24 May 2026 21:49 2 min read 129 views By Bang_Ali

Share berita ini

Gebyar Jaran Kepang “Teguh Wahyu Manunggal” Meriahkan Merti Dusun Kenongo, Seni Tradisi Tetap Hidup di Tengah Zaman
Kehadiran kelompok Jaran Kepang Teguh Wahyu Manunggal menjadi warna tersendiri dalam perayaan Merti Dusun tahun ini. Tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, pagelaran tersebut juga menjadi simbol kuat bahwa seni budaya Jawa masih memiliki tempat di hati masyarakat.

BAWEN – Kesenian tradisional kembali menggema di Dusun Kenongo, Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen. Pagelaran budaya Jaran Kepang dan Reyog yang dibawakan kelompok Teguh Wahyu Manunggal sukses menghibur masyarakat pada Minggu, 24 Mei 2026. Acara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Merti Dusun yang digelar di halaman rumah Kepala Dusun Kenongo.

 

Sejak pukul 13.00 WIB, warga mulai memadati lokasi acara. Meski hujan sempat turun mengguyur kawasan Lemah Ireng, antusias masyarakat tidak surut. Anak-anak, remaja hingga orang tua tetap bertahan menyaksikan setiap penampilan yang disuguhkan hingga malam hari.

 

Dentuman gamelan yang berpadu dengan lantunan suara sinden menambah suasana semakin hidup. Atraksi para penari jathilan, gerakan gagah warog, hingga aksi para pemain reog berhasil memukau penonton yang memadati arena pertunjukan.

 

Kehadiran kelompok Jaran Kepang Teguh Wahyu Manunggal menjadi warna tersendiri dalam perayaan Merti Dusun tahun ini. Tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, pagelaran tersebut juga menjadi simbol kuat bahwa seni budaya Jawa masih memiliki tempat di hati masyarakat.

 

Reyog bukan sekadar tontonan. Kesenian ini lahir dari keberanian masyarakat dalam menyampaikan pesan melalui seni dan budaya. Karena itulah reyog tetap hidup hingga sekarang, memiliki “nyawa” yang terus diwariskan lintas generasi.

 

Di tangan para seniman muda, reyog juga terus berkembang mengikuti zaman. Musik, gerakan hingga tema pertunjukan mulai dipadukan dengan nuansa modern, isu lingkungan, hingga persoalan sosial kekinian tanpa menghilangkan nilai tradisinya. Hal itu membuat kesenian reyog tidak terlihat kuno ataupun kaku.

 

Tokoh masyarakat Dusun Kenongo menyampaikan bahwa kesenian reyog merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga keberadaannya.

 

“Reyog Kenongo ini warisan para leluhur. Masyarakat akan terus melestarikan dan menjaga kewibawaan kesenian ini agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

 

Pagelaran budaya semalam itu pun menjadi bukti bahwa tradisi tidak akan hilang selama masyarakat masih mau menjaga, mencintai, dan merawatnya bersama.

 

Almassaka Nusantara
Chat with us on WhatsApp