Wisuda Perdana Sekolah Muallaf Indonesia, Menguatkan Hidayah dan Meneguhkan Istiqamah
Semarang – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti pelaksanaan Wisuda Angkatan I Sekolah Muallaf Indonesia (SMI) yang digelar pada Sabtu (1/8/2026). Mengusung tema "Menguatkan Hidayah, Meneguhkan Istiqamah", momentum ini menjadi sejarah penting bagi SMI yang sejak berdiri pada 20 Juli 2019 konsisten membina para muallaf agar tetap teguh menjalankan ajaran Islam.
Sebanyak 46 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi kelulusan dengan khidmat. Acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 102–104, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sekolah Muallaf Indonesia. Hadir dalam kegiatan tersebut para pembina, pengurus, keluarga wisudawan, serta tamu undangan yang memberikan dukungan dan doa kepada seluruh peserta.
Pembina Sekolah Muallaf Indonesia, Dra. Sri Dewi Purnamawati Tjahjaningtyas, M.Pd.I., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus memperdalam ilmu agama dan menjaga keistiqamahan.
"Menjadi muallaf adalah awal dari sebuah perjalanan. Setelah Allah memberikan hidayah, tugas kita adalah menjaga hidayah itu dengan ilmu, amal saleh, dan lingkungan yang baik. Sekolah Muallaf Indonesia hadir sebagai rumah pembinaan agar para muallaf tidak berjalan sendirian dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim," ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para peserta, panitia menyerahkan sertifikat kelulusan kepada seluruh wisudawan. Penghargaan khusus juga diberikan kepada wisudawan terbaik, wisudawan inspiratif Eyang Sukesti, serta keluarga yang dinilai memberikan dukungan luar biasa selama proses pembinaan.
Salah satu momen paling menyentuh hadir saat Veronica Kuswatini, wisudawati Angkatan I, menyampaikan kesaksiannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengisahkan perjalanan spiritualnya setelah memeluk Islam dan bagaimana SMI menjadi tempat yang menguatkannya dalam menghadapi berbagai tantangan.
Veronica mengaku tak pernah membayangkan akan memperoleh kesempatan menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdiannya mendampingi komunitas muallaf.
"Saya tidak pernah membayangkan akan mendapatkan hadiah umrah. Ini bukan sekadar hadiah, tetapi amanah untuk semakin dekat kepada Allah dan semakin semangat melayani saudara-saudara muallaf. Di SMI saya menemukan keluarga yang selalu menguatkan ketika menghadapi berbagai ujian setelah memeluk Islam," tuturnya.
Suasana haru kembali terasa ketika Aris, suami dari wisudawati Febriyanti, menyampaikan kesan mewakili keluarga peserta. Ia mengungkapkan perubahan besar yang dialami sang istri sejak mengikuti pembinaan di SMI.

"Kami melihat perubahan yang sangat baik. Istri saya semakin semangat belajar Al-Qur'an, lebih tenang menghadapi persoalan hidup, dan semakin rajin beribadah. Kami sangat berterima kasih kepada seluruh guru dan pembina SMI yang telah membimbing dengan penuh kesabaran. Semoga semakin banyak saudara muallaf yang merasakan manfaat seperti yang kami rasakan," katanya.
Selain prosesi wisuda, seluruh peserta juga mengucapkan Ikrar Alumni Sekolah Muallaf Indonesia sebagai komitmen untuk menjaga shalat, terus mempelajari Al-Qur'an, berakhlak mulia, serta istiqamah menjalankan ajaran Islam hingga akhir hayat.
Acara kemudian ditutup dengan tausiah bertema "Istiqamah Setelah Mendapat Hidayah" yang kembali disampaikan oleh Dra. Sri Dewi Purnamawati Tjahjaningtyas, M.Pd.I. Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa hidayah merupakan nikmat terbesar yang harus dijaga melalui ilmu, ibadah, serta kebersamaan dalam lingkungan yang saleh.
Sebelum menutup tausiahnya, Ustadzah Dewi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh santri apabila selama proses pembinaan terdapat perkataan yang terdengar keras dan tegas. Menurutnya, semua itu dilakukan semata-mata karena rasa kasih sayang agar para muallaf semakin kuat dalam menjalankan syariat Islam.
Ia juga mengajak seluruh alumni untuk tidak berhenti belajar meski telah diwisuda, melainkan terus memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an dan ilmu agama demi meraih ridha Allah SWT serta keselamatan dunia dan akhirat.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh donatur yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Wisuda Angkatan I Sekolah Muallaf Indonesia dapat terlaksana dengan baik.
Sejak berdiri pada 20 Juli 2019, SMI terus berkomitmen menjadi pusat pendidikan, pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan bagi para muallaf melalui berbagai program seperti pembelajaran aqidah, fikih dasar, tahsin Al-Qur'an, mentoring, kegiatan sosial, hingga Tabligh Akbar Muallaf (TAM).
Melalui wisuda perdana ini, Sekolah Muallaf Indonesia berharap lahir generasi muallaf yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara benar, tetapi juga menjadi pribadi yang istiqamah, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu menjadi teladan dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.
(DN/Juharmanik)